Pages

Jumat, 02 April 2010

VGA (Visual Graphic Adapter)

VGA, singkatan dari Video Graphics Adapter, adalah standar tampilan komputer analog yang dipasarkan pertama kali oleh IBM pada tahun 1987. Walaupun standar VGA sudah tidak lagi digunakan karena sudah diganti oleh standar yang


lebih baru, VGA masih diimplementasikan pada Pocket PC. VGA merupakan


standar grafis terakhir yang diikuti oleh mayoritas pabrik pembuat kartu grafis


komputer. Tampilan Windows sampai sekarang masih menggunakan modus VGA


karena didukung oleh banyak produsen monitor dan kartu grafis.


Istilah VGA juga sering digunakan untuk mengacu kepada resolusi layar


berukuran 640×480, apa pun pembuat perangkat keras kartu grafisnya. Kartu


VGA berguna untuk menerjemahkan keluaran komputer ke monitor. Untuk proses


desain grafis atau bermain permainan video, diperlukan kartu grafis yang berdaya


tinggi. VGA yang populer ada dua jenis yaitu ATI dan Nvidia perbedaan yang


paling menonjol adalah mode pada saat menggunakan dual VGA. ATI


menggunakan metode crossfire sedangkan NVIDIA menggunakan metode


SLI.


Selain itu, VGA juga dapat mengacu kepada konektor VGA 15-pin yang masih


digunakan secara luas untuk mengantarkan sinyal video analog ke monitor.


Standar VGA secara resmi digantikan oleh standar XGA dari IBM, tetapi


nyatanya VGA justru digantikan oleh Super VGA.


VGA CARD terdiri dari 2 jenis :


Perkembangan VGA onboard


VGA onboard adalah unit pemroses yang telah menyatu pada motherboard, maka


VGA card tidak diperlukan lagi. Keberadaan chipset VGA onboard ini tidaklah


bersifat tetap karena VGA onboard ini dapat diatur untuk tidak aktif jika user


ingin memasang VGA card yang diinginkannya.


Sejak IBM PC Original lahir tahun 1981 nyaris semua PC memiliki memori


terpisah untuk frame buffer, yaitu block memori dimana gambar yang keluar di


layar monitor dipetakan. Ini bukan masalah bagi sistem yang memiliki video


monochrome berbasis karakter, karena frame buffer yang dibutuhkan cuma 2 KB.


Tetapi GUI (Graphical User Interface) yang berbasis grafis modern yang


memerlukan layar bit mapped beresolusi tinggi dan warna sejati sangat rakus


memori. Layar beresolusi 640 x 480 pixel dengan warna 8 bit meminta frame


buffer sebesar 300 KB, sementara layar beresolusi 1024 x 768 pixel dengan warna


24 bit memerlukan memori sebesar 2,25 MB. Frame buffer yang dedicated ,


berukuran tetap. Tidak perduli mode layar yang sedang digunakan, frame buffer


harus mampu mengakomodasi resolusi paling tinggi dan kedalaman warna terbaik


yang dapat didukungnya. Software tidak bisa memanfaatkan memori sisa dari


frame buffer walaupun yang digunakan adalah resolusi rendah dan 16 warna.


Ini disebabkan oleh cara pemaketan Video Memori dan konfigurasinya dalam sub


sistem grafis yang khusus. Dengan demikian, ber-Mega-mega byte memori tersiasiakan.


UMA (Unified Memori Architecture) menyatukan frame buffer dengan


memori utama. Dengan mengalokasikan RAM SECukupnya untuk menangani


mode layar yang sedang digunakan. UMA memperkenalkan pemakaian memori


sisa dari frame buffer untuk keperluan lainnya. Mengeliminasi frame buffer yang


dedicated diharapkan mampu mengurangi biaya yang diperlukan untuk membeli


sebuah PC. Banyak chipset yang telah mendukung/menggunakan teknologi UMA,


seperti Weitek, Opti, VLSI, SiS, Cirrus Logic, dsb. Kenyataan yang harus


diterima adalah sistem UMA menurunkan kinerja PC, ini terjadi saat CPU dan


kontroler grafis mengakses memori utama pada saat yang sama. Maka dari itu


sistem UMA disediakan terutama untuk sistem PC Low End yang murah.


Perkembangan VGA Independen (dengan kartu VGA)


Sejak sistem PC IBM pertama, didalam komputer pasti ada unit kartu grafis, entah


itu CGA, EGA, MCGA , VGA, atau yang lain. Dengan menggunakan kartu VGA


independen/bukan onboard maka akan didapatkan kinerja yang lebih baik


daripada sistem yang menggunakan UMA. Seiring dengan perkembangan


teknologi komputer, perkembangan teknologi di bidang kartu grafik (VGA Card)


juga berkembang pesat. Jika dulu sebuah kartu grafis 8 bit dengan memori 512


KB yang dapat menampilkan 256 warna pada resolusi 640 X 480 sudah cukup,


maka sekarang tidak lagi. Ukuran untuk Chip Set/prosesor pada kartu grafik


bukan hanya 8 atau 16 bit, sekarang sudah mencapai 128 bit. Kemampuan dari


kartu grafik pun meningkat jauh. Kebutuhan minimal untuk komputer multimedia


adalah kartu grafik 64 bit dengan memori 1 MB.



Kartu VGA menggunakan beberapa macam memori seperti:


DRAM (Dynamic RAM)


berkecepatan 80 ns atau 70 ns, ada juga MD-RAM (Multiple Dynamic RAM)


yang menggunakan DRAM berlapis. DRAM digunakan pada banyak kartu grafik


8, 16, atau 32 bit. Penggunaan DRAM ditujukan untuk komputer tingkat entry


level, yang tidak memerlukan kecepatan tinggi dan warna yang banyak.


EDO RAM


berkecepatan 60 ns sampai 35 ns, EDO RAM banyak ditemui pada kartu grafik 64


bit. EDO RAM yang umum dipakai mempunyai speed 60 MHz 60/40ns. Contoh


kartu VGA yang menggunakan memori EDO adalah WinFast S280/S600 3D,


Diamond Stealth 2000 3D, ATi Mach 64, dsb.


VRAM (Video RAM)


berkecepatan 20 atau 10 ns, VRAM lebih mahal dibandingkan DRAM karena


VRAM lebih cepat dari DRAM. Penggunaan VRAM pada kartu VGA ditujukan


untuk komputer kelas atas. VRAM biasa dipasang pada VGA yang


dikonsentrasikan untuk desain grafis. Contoh kartu VGA yang menggunakan


VRAM adalah Diamond Fire GL, Diamond Stealth 3000 3D, Diamond Stealth 64,


dsb.


SGRAM (Synchronous Graphic RAM)


berkecepatan kurang dari 10 ns, SGRAM pada kartu VGA juga berdasarkan pada


teknologi SDRAM pada memori utama komputer. SGRAM banyak digunakan


pada kartu grafik kelas tinggi yang mempunyai kemampuan 3D accelerator.


Contoh dari kartu VGA yang menggunakan SGRAM adalah Matrox MGA


Millenium, Matrox Mystique 3D, Diamond Stealth II S220, Diamond Viper,


ASUS 3D Explorer, ATI Rage II 3D Pro, dsb.


RAMBUS


penggunaan RAMBUS pada VGA card komputer masih sedikit (RAMBUS


adalah memori yang digunakan pada mesin-mesin game Nintendo, Sega, sejauh


ini hanya kartu grafik produksi Creative Labs (MA-302, MA-332 Graphic Blaster


3D dan Graphic Blaster xXtreme) yang menggunakannya.


Chipset/prosesor pada kartu VGA, banyak sekali macamnya karena tiap-tiap


pabrik kartu VGA memiliki Chipset andalannya. Ada banyak produsen Chipset


kartu VGA seperti NVidia, 3DFX, S3, ATi, Matrox, SiS, Cirrus Logic, Number


Nine (#9), Trident, Tseng, 3D Labs, STB, OTi, dan sebagainya.


Graphic Accelerator


Chipset-chipset masa kini sudah memasukkan kemampuan akselerasi 3D built in


pada kartu VGA. Selain kartu VGA, sekarang ada pheriperal komputer


pendukung yang dinamakan 3D accelerator. 3D accelerator berfungsi untuk


mengolah/menterjemahkan data/gambar 3D secara lebih sempurna. Akselerator


3D yang keberadaannya tidak memerlukan IRQ lagi mampu melakukan


manipulasi-manipulasi grafik 3D yang kompleks. Contohnya pada game-game 3D


bisa ditampilkan citra yang jauh lebih realistis. Sebab banyak fungsi pengolahan


grafik 3D yang dulunya dilakukan oleh prosesor pada motherboard, kini


dikerjakan oleh prosesor grafik 3D pada 3D accelerator tersebut. Dengan


pembagian kerja ini maka prosesor dapat lebih banyak melakukan kerja


pemrosesan yang lain. Selain itu programmer tidak perlu membuat fungsi grafik


3D, karena fungsi tersebut sudah disediakan oleh akselerator 3D. Chipset 3D pada


kartu VGA tidak sebaik jika menggunakan 3D accelerator sebagai pendukungnya


(3D accelerator dipasang secara terpisah bersama dengan kartu VGA). Meskipun


begitu Chipset 3D pada kartu VGA juga mendukung ‘beberapa’ fasilitas


akselerasi 3D pada 3D accelerator. Sebagai catatan penting bahwa, fungsi 3D


accelerator akan optimal jika Software/game yang dijalankan memanfaatkan


fungsi-fungsi khusus pada 3D accelerator tersebut. Software/game yang


mendukung fasilitas ini mulai berkembang, yang sudah terkenal adalah dukungan


terhadap 3D accelerator yang memiliki chipset VooDoo 3D FX, Rendition Verite,


dan Permedia 3D Labs.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Free Blog Templates

Powered By Blogger

Blog Tricks

Powered By Blogger

Easy Blog Tricks

Powered By Blogger
© Grunge Theme Copyright by TKJ HomeWorker | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks